Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Ceritaku…..’ Category

Belajar…..

Hidup adalah proses belajar….

Belajar apapun….

Saat kita bekerja, belajar bukan hanya berarti hanya sebatas mengikuti diklat ataupu kursus. Tapi banyak hal-hal lain ang patut kita pelajari dari sekeliling kita. Entah dari atasn kita, rekan kerja ataupun orang2 yang ada disekeliling kita. Begitu pula dirumah, dari suami, istri, anak, orang tua, pembantu maupun tetangga kita, banyak hal-hal yang sangat perlu untuk kita pelajari.

Belajar…. Ya belajar….

Belajar sabar walaupun terbebani…..

Belajar mencintai walaupun kadang tersakiti…..

Belajar setia walaupun banyak godaan…..

Belajar ikhlas meskipun tak rela…..

Belajar tersenyum walaupun penuh beban…..

Belajar jujur walaupun pahit…..

Belajar memilih meskipun sulit…..

Belajar menerima apapun dengan syukur …..

Belajar apapun yang bisa kita pelajari dalam hidup ini…..

Untuk menjadi dokter  ada sekolahnya…. Untuk menjadi insinyur ada sekolahnya… Untuk menjadi ahli ekonomi ada sekolahnya….

Tapi untuk menjadi orang tua yang baik, tidak ada sekolahnya…..  itu hanya bisa diperoleh dengan belajar dari pengalaman. Belajar meminta hikmat kepada Tuhan… belajar tentang hal sekecil apapun…. dan belajar menggunakan naluri….

Maafkan kami Nak, karena belum bisa menjadi orang tua yg baik untukmu…… *edisi sedih karena tak bisa pulang menengok Nela di hari libur ini* :(

180620112512-kecil

Belajar mengenal Firman Tuhan walaupun masih kecil

Read Full Post »

Minggu Lalu…..

Sekian lama tak dikunjungi akhirnya sore ini sempat mampir disini lagi… Banyak cerita, banyak kisah, dan semuanya terlewatkan untuk kutulis disini… :(

Minggu lalu…… aku kembali pulang ke Manado… Selalu ada rasa rindu untuk kembali pulang kesana… Dulu, saat aku masih kuliah aku ingin sekali pergi merantau ke luar Manado. Dan ketika impian itu tercapai dengan aku diterima bekerja dan ditempatkan di Kediri, kini malahan aku merasa ingin balik lagi ke Manado… Mungkin bisa dikatakan betapa aku kurang mensyukuri apa yang sudah Tuhan berikan kepadaku ya… Tapi sungguh, semakin bertambahnya usia aku semakin ingin dekat dengan orangtuaku. Ada disamping mereka dimasa tua mereka… Dan aku tahu orangtuaku juga demikian, mereka pun ingin dekat dengan anak2nya. Kami cuma 2 bersaudara, dan kini dua2nya bekerja di luar Manado.  Pasti ada rasa kesepian juga di hati mereka…

Minggu lalu ….. saat perjalanan mengunjungi adikku yang bekerja di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, aku semakin merasakan betapa bersyukurnya aku memiliki orang tua yang selalu mensupport kami. Seperti Mama dan Papaku yang sering mengunjungi aku di Kediri, saat ini mereka juga bolak-balik Kabupaten Bolaang Mongondow Timur untuk menemani adikku. Aku kadang berpikir, jika Tuhan memberikan umur panjang padaku dan suamiku apakah kami juga nanti akan bisa seperti mereka? Selalu ada kapanpun saat anak2nya membutuhkan?… Ironis sekali saat aku menulis hal ini, karena sekarang ini pun kami tidak bisa ada disamping Nela disaat Nela membutuhkan kami…

Maafkan kami ya, Nak….

Mingu Lalu…. Mama bisa memelukmu, mama bisa bersama dengan Nela dan menghabiskan 4 hari kebersamaan kita. Itu adalah hari2 yang begitu berharga, bagi Mama dan juga bagi Nela. Dan bolehkah Mama terus berharap saat2 seperti itu akan selalu  jadi milik kita?

Ketika jarak yang jauh terbentang diantara kita, hanya doa dan berserah pada Tuhan Yesuslah yang bisa kami andalkan. Dan kami selalu yakin, pasti ada jalan terindah yang akan Tuhan berikan….

Read Full Post »

Hidup adalah pilihan…..

Dan aku sangat bersyukur keluarga dan atasan di tempat aku bekerja bisa mengerti dengan pilihan yang aku ambil. Keputusanku ini mungkin mengecewakan orang lain, tapi setidaknya aku ingin jujur…. jujur bahwa inilah memang pilihan yang sesuai dengan kata hatiku. Pilihan yang berasal dari lubuk hatiku yang terdalam. Aku hanya ingin mengawali dengan tanpa ada dusta. Aku tidak ingin berkata sanggup padahal kenyataanya aku tidak sanggup dan hanya menggerutu di kemudian hari.

Kata-kata Manajer di tempatku bekerja tadi pagi saat aku menghadapnya dan memohon maaf karena aku belum bisa memenuhi harapannya dalam mengemban suatu tugas membuat aku menjadi kuat. Selama beberapa waktu ini aku bergumul tentang apa yang menjadi keputusanku. Aku hanya bisa berserah, dan Tuhan memberi diriku kekuatan untuk mengatakannya pada atasanku.

“Maaf Pak, jika saat ini saya belum bisa memenuhi harapan bapak. Keputusan final memang ada ditangan Bapak, tapi setidaknya apa yang menjadi pilihan saya saat ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi Bapak dan Perusahaan.” Ucapku pada beliau tadi pagi.

Diluar dugaan beliau tersenyum dan bilang begini : “Tidak apa2 mbak, bukankah hidup ini adalah pilihan? Saya mengerti dan bisa menerimanya”. Senyumnya begitu tulus padaku.

Puji Tuhan. Hatiku sungguh terasa lega mendengar perkataannya itu.

Terima kasih ya Pak….. Hidup ini memang adalah pilihan, dan saya bersyukur bapak bisa menghargai pilihan yang telah saya ambil.

 

 

Read Full Post »

Cepat Sembuh ya, Nak…

Hari ini mama tak bisa tenang, adik kecil… Sejak semalam, bayangan diri Nela selalu hadir.  Mama terbangun tengah malam dari mimpi buruk mencekam. Dan ketika pagi hari Mama menelpon Nela dan mendapati keadaan Nela, sungguh mama betul2 tak bisa tenang. Mama dan Papa sayang Nela. Maaf jika dalam kondisi seperti ini kami tak bisa ada disampingmu…. Ah… apakah kata maaf saja cukup? Tak putus2nya mama menyalahkan kondisi ini dimana kita harus terpisah pulau dan tinggal berjauhan.

Ah, sungguh tak pernah terpikirkan untuk menjalani keadaan ini sekian lama.

Walaupun mungkin tak berarti apa2 bagi Nela, tapi sekali lagi Mama dan Papa minta maaf…

Saat kau terjaga nanti, semoga mama sudah ada didekatmu. Merengkuhmu dalam dekapan hangat milik mama….

Cepat sembuh ya, Nak….

Read Full Post »

Pahit…..

Terkadang ada kala rasa sukacita menghampiri… dan tak jarang pula kenyataan pahit harus terjadi. Kehidupan ini mengajarkan kita bahwa dalam keseharian hidup kita tak selamanya keberuntungan dan keinginan sesuai harapan berpihak pada kita. Ada suatu celah dimana hal yang menyakitkan dan tak sesuai harapan harus datang menghampiri.

Diriku bukan penikmat kopi… Tapi entah mengapa sore ini ingin sekali diriku menikmati secangkir kopi.

Hanya kopi…. tanpa dibubuhi gula.

Untuk menyesapi bahwa adakala rasa pahit itu nyata….

 

Read Full Post »

Pray for Manado…..

Hujan yang mengguyur Manado beberapa hari ini menyebabkan banjir di titik2 tertentu di Kota Manado. Banyak akses jalan yang menuju luar Kota Manado putus, dan ada juga jalan yang longsor.

Kemarin adikku yang keluar rumah karena harus mengurus legalisir ijasahnya di Kampusnya terjebak banjir di daerah seputaran kampusnya. Keluar dari rumah pagi hari dan pulang kerumah sudah menjelang malam. Itu pun dengan menumpang ojek dan mencari jalan alternatif yang bisa dilalui.

Keluargaku tinggal disana…. Orang tuaku tinggal disana…. adikku tinggal disana…. dan anakku pun sekarang ada di kota Manado. Rasa kuatir dan cemas tentu saja menghantuiku, kota dimana keluargaku tinggal kini dilanda banjir.

Dari jauh… dari jarak ribuan mil jauhnya dari Kota Manado… aku hanya bisa berdoa. Semoga semuanya baik2 saja….

Dibadai topan dunia… Tuhanlah perlindunganmu

Kendati goncang semesta… Tuhanlah perlindunganmu

Ya Yesus Gunung Batu di dunia, di dunia, di dunia…

Ya Yesus Gunung Batu di dunia,

Tempat berlindung yang teguh.

 

 

 

Read Full Post »

Sebuah Cerita…..

Aku punya seorang saudara sepupu. Cowok. Umurnya sebaya denganku, hanya lebih tua beberapa bulan dariku. Sejak kecil aku tak terlalu akrab dengannya karen kita tinggal di kota yang berbeda. Aku saat itu tinggal di Kotamobagu dan dia tinggal di daerahn Minahasa. Otomatis dalam setahun kami hanya bisa bertemu mungkin sekali atau 2 kali setahun. Kalau gak ketemu pas liburan sekolah, yang biasanya dia yang datang ke Kotaku atau aku yang ke Kotanya, mungkin pas Natal dan Tahun Baru yang dirayakannya di rumah Opaku yang sekota denganku.

Kami mulai menjadi akrab justru setelah lulus SMA. Aku dan sepupuku itu mendaftar di Universitas yang sama. Maka mulailah aku dan dia mengurus segala macam berkas pendaftaran secara bersama-sama. Tiap hari dia singgah dirumahku dan kami pun berangkat mengurus pendaftaran UMPTN bersama-sama. Pas pengumuman UMPTN, aku dan dia sama2 diterima di Universitas itu. Aku diterima di Fakultas Teknik Jurusan Elektro dan sepupuku itu diterima di Fakultas Sastra Jurusan Sastra Inggris. Maka mulailah aku dan dia kembali berangkat kampus bareng untuk mengurus pendaftaran ulang secara bersama-sama. Kami akhirnya gak bareng lagi semenjak aku mengikuti Ospek yang mana harus berangkat dinihari dari rumah.

Perkuliahan pun dimulai, dia masih sering main2 ke rumah dan kuakui bicara dengannya itu pasti akan membuatku terbahak-bahak. Suasana lucu dan gembira pasti selalu diciptakan oleh sepupuku itu. Tiap kali ketemu pasti hanya cerita humor yang keluar darinya. Aku bahkan menjulukinya sebagai orang yg tak pernah serius.

Tahun demi tahun berlalu…. Aku akhirnya lulus kuliah juga. Saat aku diwisuda, dia datang menemuiku di Auditorium. Sepupuku itu ternyata ingat kalau hari itu adalah hari wisudaku. Saat itu aku melontarkan pertanyaan padanya : “Kapan dirimu selesai? ayo cepat2 lho….Masak kita masuk kuliah sama2 trus keluarnya beda2″ dan hanya disambut dengan tawa serta lelucon darinya.

Setiap dia datang ke rumah, pasti aku langsung menerornya dengan pertanyaan “kapan kamu selesai kuliah…. ?” dan dia pun dengan enteng menjawab, “Tenang saja…., buktinya kamu lebih cepat selesai dariku tapi sampai sekarang masih nganggur juga….” yang hanya dibalas dengan wajah cemberut olehku.

Akhirnya disuatu sore dia datang kerumah sambil membawa berkas2 yang ingin diketiknya di komputerku. Yup… dia membawa konsep skripsinya. Aku pun gantian dengannya mengetik skripsi punyanya. Selama beberapa hari kami mengerjakan skripsinya bersama2… Aku sih hanya kebagian mengetik aja, sementara dia yang bagian mikir :)

Sembilan bulan setelah aku lulus kuliah, sepupuku itu akhirnya juga di wisuda. Beberapa hari sebelum wisudanya, ia mengabarkannya kepadaku dan memintaku untuk hadir. Aku ingin sekali hadir, tapi apa daya…. hari wisudanya itu bertepatan dengan hari dimana aku harus mengikuti tes psikotes dan diskusi kelompok si suatu Perusahaan (Perusahaan yang akhirnya menjadi tempat dimana aku bekerja sekarang ini). Pulang dari tes sudah siang hari, acara wisudanya pasti sudah selesai. Tapi aku tetap berangkat ke Kampus untuk menemui sepupuku selepas tes. Kebetulan dia membuat acara syukuran di kostnya yang dibelakang poliklinik kampus dan orang tuanya juga ada di kostnya. Maka jadilah aku mampir ke kostnya, berbincang dan bersenda gurau seperti biasa dengannya.

Masa-masa pencarian kerja pun dimulai. Aku akhirnya diterima untuk mengikuti diklat di Perusahaan itu. Saat aku diklat di Jakarta, ternyata sepupuku itu juga mendapat kesempatan mengajar di sebuah Sekolah Swasta di Jakarta. Jadilah saat itu dia menemuiku di tempat aku menginap di Wisma Cengkareng. Kami ketemu di warung bakso didepan Wisma Cengkareng, dan tentu saja sambil makan bakso. Seperti biasa, selalu ada hal2 konyol yang diceritakannya padaku, membuat aku terbahak-bahak. Membuatku lupa akan kepenatan diklat yang baru saja kujalani hari itu.

Saat aku sudah mendapat lokasi penempatan, sepupuku itu sering mengirimiku sms. Apalagi kalau bukan cerita2 lucu yang diceritakannya padaku. Sampai akhirnya saat dia sms, ternyata dia sudah tidak di Jakarta lagi tapi sudah balik ke kampungnya di Minahasa sana. Aku bertanya apa alasannya pulang, meninggalkan pekerjaannya disana… dan jawabnya : “Aku bosan makan daging ayam tiap hari disini… alergiku kambuh. Tak ada ikan laut disini…” jawabannya itu membuatku hanya bisa tertawa. Bisa saja dirimu  ngeles dari jawaban yang sebenarnya. Dan aku akhirnya tahu apa yang membuat dia tak betah disana, tapi tak mungkin kutuliskan disini… :)

Pas aku mau nikah, kukirim sms dan pesan via facebook padanya. “Aku mau nikah Desember ini. Kamu jadi pengapit/pagar bagus ya?” yang langsung saja dibalas dengan kata-kata menolak. “Tak mungkinlah aku jadi pagar bagus, sudah terlalu tua…. cari saja yang ABG” katanya sambil terus bilang awas kalau aku memasukkan namanya sebagai pagar bagus, nanti dia tak mau datang ke Pernikahanku… Padahal siapa juga sih yang mau jadikan dia pagar bagus, aku hanya bercanda dan menggodanya saja….

Profesi demi profesi pekerjaan ditekuni oleh sepupuku itu… Tapi yang kuherankan selalu aja tak ada yang membuatnya betah. Dia sudah merantau sampai ke Kalimantan, tapi akhirnya balik kampung juga. Kadang aku sering menegurnya : “Seriuslah sedikit dengan pekerjaannmu… kok semuanya gak betah” dan seperti biasa mengajak dia bicara serius itu seperti tak ada gunanya. Baru saja aku mau bicara serius langsung ditimpali dengan perkataan2 lucu dan penuh humor.

Bicara soal pasangan, sepupuku ini juga sampai sekarang belum punya pasangan. Pernah aku dimintanya untuk dikenalkan dengan seorang temanku. Tapi gak sampai jadian, komunikasi mereka akhirnya terhenti. Saat kutanya, jawabnya pasti ngawur. Mamanya sempat bilang padaku kalau beliau sudah ingin sekali menimang cucu, tapi sepupuku itu sepertinya belum mau serius.

Pas Natal kemarin, aku ketemu lagi dengan sepupuku itu. Dia kebetulan merayakan Natal di Kotamobagu, sama sepertiku. Saat melihat Nela yang lagi bermain bersama dengan para sepupuku yang masih kecil2, kulihat dia tersenyum sendiri. Aku yang melihatnya langsung bertanya :

“Kok senyum2 sendiri?” tanyaku

“Aku lucu Ne melihat tingkah anak2 kecil ini…. Sebentar marahan, sebentar lagi baikan…trus bertengkar lagi, trus baikan lagi… ah… menggemaskan deh” katanya

“Makanya kamu cepat2 nyusul…. supaya anakku dapat teman lagi” kataku

Dia hanya mengangkat bahunya…

“Entahlah Ne… aku masih belum siap…”

“Kenapa?”

“Aku belum punya pekerjaan tetap… nanti mau dikasih makan apa anak dan istriku nanti….Biarlah saat ini aku ingin bebas saja, melanglang buana seperti ini” katanya.

“Makanya, jalani pekerjaan itu harus serius. Jangan ogah-ogahan… kasihan lho orang tuamu. Mamamu bilang padaku beliau sudah pingin ada cucu… tapi kamunya yang masih gak serius” kataku

“Ah…kamu kok jadi cerewet seperti ini Ne… wah ini yang kutakutkan kalau punya istri nanti. Bisa2 aku diceramahi terus sama istriku nanti. Gak mau ah…. mending aku bebas aja dulu…..gak mau terikat dulu, gak mau menikah dulu…” katanya sambil meninggalkanku yang terus mengejarnya dengan kata2 ceramahku…

Untuk saudara sepupuku…. Mungkin dirimu memang masih ingin bebas… Mungkin dirimu masih ingin melanglang buana mencari kebebasan, tapi aku yakin… suatu saat, suatu hari, suatu ketika dirimu pasti akan mendarat juga ditempat yang begitu indah dan nyaman bernama KELUARGA…..

 

 

 

Read Full Post »

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.