Feeds:
Posts
Comments

Archive for March, 2013

Sudah seminggu ini Nela berada di Kotamobagu, kota di mana aku lahir. Memang Mama, Papa dan adikku sekarang lagi di Kotamobagu, karena sudah cukup lama tidak pergi kesana. Di Kotamobagu, ada beberapa sepupuku yang umurnya cuma beda 2-3 tahun dari Nela. Seharusnya sih Nela memanggil mereka dengan sebutan Om dan Tante ya, tapi kan karena usianya sepantaran maka Nela hanya memanggil mereka dengan sebutan Kakak. Ada Kak Odan, Kak Danang, Kak Jovita dan Kak Eka. Nah, saat pertama kali bertemu dengan mereka, Nela awalnya masih malu2. Tapi setelah sehari disana, akhirnya Nela bisa bermain juga dengan riang gembira dengan mereka. Setelah Nela akrab dengan sepupu2ku itu yang otomatis adalah teman2 Nela yang baru, maka Nela pun langsung cerita2 ke mereka. Isi ceritanya yaitu….. pada saat melihat Bentor (becak motor) di Kotamobagu, Nela langsung bilang kalau Nela di Kediri juga sering naik becak.Β  Pada saat mau diajak main di arena mainan di toko, Nela juga bilang ke mereka kalau Nela sering main lucur2 di Kediri. Pada saat mau naik Kereta Api di arena mainan, Nela juga bilang kalau rumah Nela di Kediri dekat dengan kereta api. (Catat : Semua yang Nela ceritakan ke mereka itu dengan ucapan polos anak2 ya…..). Dan yang lucunya, saat seorang tanteku memakai kaos bergambar Candi Borobudur, Nela antusias Nela langsung menunjuk kaos tanteku dengan bersorak girang dan bilang kesemua sepupu2ku dan semua orang yang ada saat itu : “Wuih Candi Oloudul…. Ade ela tuali ada pigi sana. Tanta cici, kase tunjung di HP itu ade ela punya foto2 di candi Oloudul” (Wuih Candi Borobudur….Ade Nela yang lalu ada pergi kesana. Tante Cici, tunjukkan di HP itu Ade Nela punya foto2 di Candi Borobudur). Dan ketika adikku menunjukkan foto2 Nela di Candi Borobudur, Nela pun langsung cerita ke mereka tentang tamasyanya ke Candi Borobudur.

Wuih… ternyata anak kecil sudah bisa pamer ya??? πŸ™‚

74461_124765711040277_940854863_n

Tamasya ke Candi Borobudur ternyata sangat membekas dalam ingatan Nela πŸ™‚

Advertisements

Read Full Post »

Kali ini aku mau cerita tentang Oma Neli dan Oma Syane (Nela memanggil mereka berdua dengan sebutan Oma), kedua orang tanteku yang sempat tinggal bersama kami di Kediri untuk menjaga Nela.

Oma Syane pertama kali datang ke Kediri bulan Oktober 2010 bersama Mamaku untuk menengok aku yang saat itu sudah dekat waktu melahirkan. Setelah Nela lahir, Mamaku dan beliaulah yang mengajariku merawat bayi baru lahir. Saat itu Oma Syane sempat tinggal sampai Nela berusia 2 bulan, trus pulang ke rumahnya di Suluun, Minahasa Selatan karena mau persiapan panen cengkeh.Β  Saat Oma Syane pulang hanya Mamaku yang menjaga Nela saat itu. Bukannya aku tak mencari pengasuh bayi saat itu, tetapi memang sangat sulit mendapatkan orang yang tepat dan mau menjaga Nela. Beberapa kali kami mendapatkan pengasuh, tapi entah mengapa semuanya tidak jadi tinggal. Ada aja halangan dan alasan yang akhirnya membuat aku harus bergantian dengan Mamaku untuk menjaga Nela.

Bulan April 2011, akhirnya ada yang bersedia untuk menjaga Nela lagi. Siapa mereka? Tak lain adalah Oma Syane juga yang saat itu sudah selesai panen cengkeh di kebunnya dan seorang tanteku yang lain, namanya Tante Neli (Nela memanggil mereka dengan sebutan Oma juga). Sungguh, aku sangat terbantu dan betul2 terbantu dengan kehadiran 2 orang tanteku ini. Kehadiran mereka juga membuat aku tidak kuatir untuk meninggalkan Nela disaat aku bekerja. Bahkan saat aku dinas selama seminggu ke Pandaan di bulan Okyober 2011, kedua tanteku juga ikut dinas denganku karena saat itu Nela tidak bisa kutinggal karena masih menyusui.

Oma Neli dan Oma Syane

Oma Neli dan Oma Syane

Rutinitas paling menyenangkan selama mereka tinggal bersamaku adalah setiap sore Nela pasti berjalan2 keliling kompleks. Kedua orang tanteku bersama Nela pasti akan menungguku pulang kantor di depan kompleks dan setelah itu aku akan membawa Nela jalan2 keliling kompleks dengan becak yang kutumpangi.

Rindu saat2 seperti ini :)

Rindu saat2 seperti ini πŸ™‚

Selain itu, karena rumahku juga lumayan dekat dengan jalan kereta api, setiap sore pasti Nela diajak jalan2 untuk melihat kereta api. Bahkan bisa dibilang, kedua tanteku itu sudah hafal jam2 dimana kereta api akan lewat πŸ™‚

Lihat Kereta APi di dekat perumahan

Lihat Kereta APi di dekat perumahan

Oma Neli, Oma Syane, Nela dan Oma (Mamaku)

Oma Neli, Oma Syane, Nela dan Oma (Mamaku)

 

Bulan Desember 2011, kedua tanteku harus kembali pulang ke rumah mereka masing2. Oma Syane harus pulang karena musim panen sudah dekat dan Oma Neli harus pulang karena mamanya Oma Neli sudah mulai sakit-sakitan saat itu dan Oma Neli harus menjaganya. Selepas kedua tanteku pulang, Nela akhirnya tinggal selama 2 bulan di Manado, dan bulan Februari 2012 Oma Neli mau kembali menjaga Nela di Kediri bersama dengan Ani, pengasuh Nela saat itu.

Saat ini, Oma Neli dan Oma Syane memang sudah tidak tinggal bersama kami di Kediri, tapi kebersamaaan bersama mereka dan bantuan mereka menjaga Nela sungguh merupakan suatu anugerah yang begitu berarti bagi keluarga kami. Beberapa waktu yang lalu saat aku pulang ke Manado dan mengunjungi Oma Neli dan Oma Syane,kedua tanteku itu bilang kalau mereka masih ingin sekali tinggal kembali bersama kami di Kediri tapi kondisi dan keadaan mereka saat ini sungguh tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh. Oma Neli harus tetap menjaga mamanya yang sakit dan Oma Syane bulan januari 2013 kemarin terkena stroke ringan akibat tekanan darah tingginya yang naik. Puji Tuhan saat aku menjenguknya, keadaan Oma Syane sudah membaik, tinggal perlu rutin untuk melakukan terapi ringan. Aku hanya bisa berdoa semoga Tuhan selalu memberi kesehatan bagi Oma Syane, Oma Neli dan keluarganya.

Terima Kasih Tuhan Yesus, telah memberi kepada kami keluarga yang sangat mengasihi kami. Orang tua kami, tante2 kami dan juga keluarga mereka yang dengan sukacita membantu keluarga kecil kami. Biarlah kasih dan penyertaan Tuhan akan selalu menyertai kehidupan kami semua. Amin…..

Read Full Post »

Pamer Foto…..

Cuma mau pamer foto Nela dulu….. πŸ™‚

734496_124781817705333_791986140_n

Main masak2 dengan Kak Bayu di MTC

734589_124771977706317_2836281_n

Main Lucur-lucur dulu….. πŸ™‚

 

429661_124769867706528_1409430104_n

Nela pas makan di RM Heng Min Tinoor

 

Read Full Post »

Lupa…..

Ah…kenapa sekarang diriku jadi pelupa ya?Β  Jika ingin mencari barang di rumah, pasti aku lebih banyak mikirnya, nih barang dulu kusimpan dimana ya… dan hasilnya lebih sering tidak ketemu. Pasti barangnya nanti akan ketemu dengan tidak sengaja ketika sudah tidak kucari, dan akhirnya aku pasti akan berguman sendiri “Oh…dulu ternyata barang ini kusimpan disini ya…” sambil berusaha mengingat2 lagi apa mmg dulu kusimpan disitu πŸ™‚

Kalau mau belanja di Supermarket pun, aku harus membawa catatan, karena pengalaman barang yang sebenarnya ingin kubeli akhirnya lupa kubeli pas belanja. Selalu ingatnya pas sudah dirumah 😦

Begitu juga soal kerjaan. Aku harus rajin2 menulis setiap kerjaan yg masuk ke tempatku di buku atau di menu catatan Hp, disertai dengan batas waktu pengerjaannya…. karena kalau tidak seperti itu, kuyakin pasti ada berkas yang akan kelupaan kukerjakan … Tapi herannya kok kalau mau waktu gajian, aku gak lupa ya?? πŸ™‚ hehehehe…..

Hanya sekedar postingan tak penting disore hari….

Read Full Post »

Beberapa orang teman dan rekan kerjaku pernah menanyakan padaku tentang mengapa aku memilih untuk melepaskan sebuah kesempatan yang ditawarkan untuk peningkatan karirku setahun yang lalu. MengapaΒ  waktu itu aku memutuskan untuk tidak mengambil kesempatan itu padahal jalan itu sungguh terbuka lebar bagiku. Banyak juga yang bilang kalau aku tak mau melepaskan diri dari sebuah zona nyaman…Bahkan ada yang bilang, kesempatan itu tak akan 2 kali datang padamu, sekali kau lepaskan maka jangan harap kau akan melihatnya lagi. Menyesal mungkin hanya akan datang di belakang hari…. Apapun kata orang2, aku hanya bisa menanggapinya dengan senyum. Toh bukan mereka yang menjalaninya.

Tapi, apakah benar aku menyesal karena telah membuang kesempatan itu? sama sekali tidak… Mungkin aku kehilangan suatu lompatan bagi karirku, tapi aku mendapatkan hal yang lebih indah yang mana aku sungguh bersyukur bahwa pilihanku saat itu adalah memang yang terbaik untukku. Disaat teman seangkatanku sudah ada di posisi tertentu, dan aku masih tetap saja berkutat dengan posisiku sebagai fungsional, atasanku pernah bertanya demikian “Apakah kau tidak iri dengan keberhasilan teman2mu yang sudah mencapai posisi itu?” dan aku hanya bisa menjawab dengan senyuman “Buat apa saya iri, Pak? Setiap orang punya jalan sendiri2…dan juga punya pilihan masing2. Ini pilihan saya saat ini, dan saya bersyukur dengan apa yang saya jalani”.

Aku sudah memilih, dan Puji Tuhan keluargaku juga mendukung apa yang menjadi pilihanku.

Aku mungkin menjadi yang terbelakang dalam hal karir dibanding rekan2ku, tapi aku sungguh bersyukur karena aku mendapatkan hal lain yang bagiku sungguh sangat indah… Jika aku mengambil kesempatan saat itu, mungkin tak ada waktuku untuk menyusui Nela disiang hari….Mungkin tak ada waktuku untuk membawa Nela menjalani proses fisioterapi yang memakan waktu sangat lama yang membutuhkan diriku sebagai mamanya untuk berada disampingnya….Mungkin waktuku sudah tersita untuk pekerjaan dibanding melihat anakku dengan segala keterbatasan dan usahanya berusaha melangkahkan kakinya untuk pertama kali… mungkin tak ada lagi senja yang indah yang bisa kuhabiskan dengan Nela mengelilingi kompleks perumahan dengan becak… atau bermain bersama disuatu sore mengelilingi sawah dekat rumah….Mungkin waktu liburku sudah tersita dengan tumpukan berkas dan anakku harus menunggu sampai larut untuk menunggu kepulanganku…. Mungkin dan mungkin masih banyak lagi kemungkinan yang lain yang tak dapat kusebutkan satu demi satu. Dan aku bersyukur, sungguh bersyukur dengan pilihan yang aku ambil saat itu. Kesempatan mungkin tak akan datang 2 kali, tapi aku percaya berkat Tuhan tak hanya terbatas pada kesempatan itu. Masih banyak hal2 lain yang patut disyukuri yang akan membuat hidupku dan hidup keluargaku lebih bermakna. Bukankah Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktuNya?

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Read Full Post »

Saat pulang kantor, kau melihat sebuah baju yang sangat bagus terpajang di etalase sebuah toko. Pikiranmu menari-nari, baju itu pasti akan terasa cocok ditubuhmu. Sekian lama kau mencari ukuran baju yang kira2 cocok untuk tubuhmu yang melar, yangΒ  timbangannya tidak pernah turun lagi sejak waktu kau melahirkan, dan ketika di etalase toko itu dipajang baju yang menurutmu akan sangat cocok dan pas ditubuhmu, otomatis kau langsung melangkah ke toko itu. Baju itu sempat mampir ditubuhmu sewaktu kau mencobanya di kamar pas. Tapi tunggu dulu…. sebelum baju itu berpindah dari toko ke tanganmu, pandanganmu teralihkan dengan suatu benda dibagian pojok toko itu. Langkahmu langsung menuju ke arah sana, meninggalkan baju yang sebelumnya menarik perhatianmu ditempat asalnya. Dengan berbinar-binar segera kau lakukan transaksi dikasir untuk membeli benda yang tadinya ada di pojok toko itu. Dengan gembira kau pulang ke rumah, kau lihat anakmu sudah menunggumu dengan senyum. Segera kau peluk anakmu dan kau keluarkan benda yang baru saja kau beli di toko. Anakmu tertawa gembira, boneka Winnie the Pooh itu telah membuatnya terkekeh-kekeh dan bermain riang. Hatimu terasa hangat. Tawa gembira anakmu telah membuatmu lupa bahkan mungkin tak akan ingat lagi bahwa disuatu senja ada sebuah baju dietalase toko yang sempat menggodamu…..

—–

Kau berniat untuk singgah disuatu tempat selepas pulang kerja di sore itu. Tapi hujan yang turun begitu deras membuatmu harus berpikir 2 kali untuk singgah, mengingat tempat yang akan kausinggahi itu termasuk salah satuΒ  kawasan banjir di kotamu. Bagaiman jika nantinya kau terjebak banjir? atau bagaimana jika kau harus basah kuyup karena menerobos jalan itu? ah… segera kau tepis pikiran2 itu. Langkahmu mantap menuju tempat yang akan kau singgahi. Hujan tak menyurutkan langkahmu. Bajumu basah kuyup, tapi bagimu itu tak ada artinya dibanding basah yang akan mengalir dari kelopak mata anakmu. Tiba di sebuah jalan yang sudah penuh dengan genangan air, kau langsung masuk ke sebuah Toko Bakerry. Dengan bergegas segera kau ambil beberapa potong kue yang dijual disitu dan membawanya kedepan kasir. Transaksipun terjadi. Dan kembali kau melanjutkan perjalananmu untuk pulang ke rumah. Walaupun kau kehujanan, badanmu basah kuyup dan gemetar kedinginan namun hatimu sungguh terasa hangat. Dalam perjalanan pulang, kau pegang erat2 kotak berisi kue yang baru saja kau beli.Β  Masih terngiang-ngiang suara anakmu yang berpesan ketika siang tadi kau pulang ke rumah untuk istirahat: “Mama, kalau pulang kerja ade minta dibawakan kue lapis ya?…”

—–

Anakkonhi do hamoraun di au…..

Anakku adalah harta paling indah dalam hidupku…..

nela dan winnie

480671_116871061829742_829847501_n

Read Full Post »

28 Bulan…..

13112010(01)

Senyum yang selalu menggetarkan hati Mama dan Papa

071220102071-kecil

Nyenyak sekali tidurnya πŸ™‚

b2

Foto-foto…..

050420112346-kecil

Saat berhasil tengkurap pertama kali…. Hore…akhirnya setelah berusaha sekuat tenaga Nela bisa juga tengkurap mama…. πŸ™‚

030620112426-kecil

Gaya Nela jika mau diajak keliling kompleks, pasti kakinya dinaikkan seperti itu

180620112509-kecil

Bacakan cerita untuk Nela, Papa…..

180620112512-kecil

Walaupun masih kecil Nela sudah harus belajar baca Alkitab ya….

401003_2753901603967_1150475969_32318874_122698979_n

Foto terheboh Nela…… Menangis ingin merebut ikan mujair… Astaga πŸ™‚

Add Media

403112_2767592746237_1150475969_32322572_718693542_n

Naik sepeda kok gayanya seperti itu Nak….?

316704_3959119133652_303407453_n

Mama dan papa pe sayang2…..

285408_3959122453735_1289669227_n

Nela sekarang sedang memasuki fase sebagai penggemar Winnie The Pooh πŸ™‚

643935_3959128853895_251600386_n

Nela ingin bantu Opa mengatasi gangguan telepon…. Tuh lihat, ada petugas lapangan kecil yang siap sedia mengatasi gangguan telepon…. πŸ™‚ Ayo, mana tangganya….

Selamat Ulang Bulan yang ke-28 Nela….

Tuhan Yesus selalu menjaga, memberkati dan menyertai kehidupan Nela. Tetaplah jadi anak yang selalu takut akan Tuhan dimanapun Nela berada….

Maafkan Mama dan Papa karena saat ini belum bisa bersama Nela. Sudah sebulan kita terpisah, tapi yakinlah bahwa dalam setiap langkah hidup Mama dan Papa selalu ada doa untuk Nela. Selalu……

.

 

Read Full Post »

Older Posts »